Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Sampai Triwulan Kedua

Image

Jakarta, Ahmad Baihaki – Tekanan pelamahan terhadap nilai tukar rupiah khususnya terhadap mata uang dollar AS diperkirakan akan berlanjut  pada triwulan kedua, bahkan hingga akhir tahun ini. Neraca pembayaran yang defisit menjadi penekanan disisi domestik, ditambah penekanan eksternal, khususnya pelemahan mata uang yen dan membaiknya perekonomian di Amerika Serikat.

Merujuk pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), pada pekan ketiga bulan Mei 2013, rupiah melemah 23 poin atau 0,24 persen ke tingkat Rp 9.763 per dollar AS pada jumat (17/13) dari Rp 9.740 per dollar AS pada senin (13/5).

Hingga pekan lalu sepanjang Mei ini, rupiah telah melemah 33 poin atau 0,34 persen. Jika dilihat dari awal tahun ini atau acara tahun kalender, rupiah telah melemah 78 poin atau 80 persen. Pada tanggal 2 Januari 2013, berdasarkan kurs tengah BI , rupiah berada di tingkat Rp 9.685 per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menyatakan, neraca pembayaran defisit sebesar 6,6 miliar dollar AS pada triwulan pertama 2013 masih menjadi penekanan utama.Hal itu ditambah dengan defisit neraca modal sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap likuiditas dollar AS di pasar valuta asing kita, ungkapnya.

Bank Mandiri memperkirakan, pada semester pertama tahun ini tekanannya besar hingga rupiah bisa rentang Rp 9.700-9.800 per dollar AS. “Di semester kedua 2013 rupiah bisa stabil Rp 9.700- 9.800 per dollar AS. Hal tersebut seiring dengan membaiknya ekspor  dan tren penurunan impor yang disebabkan perlambatan investasi, “kata Destry. (Sumber : Kompas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s