Djarum Sirnas Ajang Mencari Prestasi

Pertandingan U17 Fitria melawam Syahra Putri di Gor Asia Afrika, Rabu (15/13).
Pertandingan U17 Fitria melawan Syahra Putri di Gor Asia Afrika, Rabu (15/5).

Jakarta, Ahmad Baihaki – Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) memang sudah dilakuan setiap tahunnya. Sebagai pelatih ia tertarik kalau atletnya mengikuti program ini.   Ia juga mengatakan acara ini sebagai ajang mencari prestasi.  “Pemain dari Jakarta juga kualitasnya bagus-bagus,  jadi ya ajang untuk mencari prestasi ya disini,” demikian diungkapkan oleh Aril pelatih Fitria di GOR Asia Afrika, Jakarta (15/5).

Djarum Sirnas ajang kompetisi turnamen bergengsi  menyelenggarakan kompetisi bulu tangkis yang akan menggebrak  10 kota besar seperti, Balikpapan, Kalimantan Timur, Lampung, Manado, Medan,  Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, Semarang,  Bandung. Opening Djarum  Sirnas di Jakarta  mulai dari 13-18 Mei 2013 resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

Pada pertandingan tunggal putri remaja U17.  Fitria Ayu Nawangwulan (15) asal Semen Gresik melawan Syahra Putri Haryanti (16), dalam pertandingannya pada set pertama terlihat sangat sengit. Pukulan mematikan dari Putri yang diberikan ke Fitria membuat Fitria kesulitan untuk membalas.

Fitria memang berbeda usia satu tahun dari Putri. Secara fisik penampilan Fitria terlihat memang kurang percaya diri, tetapi dengan tenang Fitria membawakan permainan, sehingga selisih poin yang ia dapatkan tidak jauh berbeda dengan Putri. Berakhir rubber set dengan  skor 21 – 23 pada set pertama,  dimenangkan oleh Fitria.

Sementara pada set ke-2, permainan dikuasai oleh Putri yang terus memberikan umpan lambung ke arah Fitria.  Fitria pun berusaha untuk mendapatkan bola, namun ketika Fitria dalam posisi bertahan. Pada umpan lambung yang diberikan oleh Putri bola pun keluar.  Fitria yang memanfaatkan peluang tersebut, tidak berbeda dengan set pertama. Dengan tenang  fitria menyerang Putri dengan pukulan keras smashnya.

Dalam Pertandingan itu,  Fitria juga memiliki kelemahan saat Putri bermain bola neting seringkali Fitria mati langkah, dan bola dikuasai oleh putri. Skor  18 – 14 pada set kedua, Fitria sempat tertinggal dengan putri yang tidak memberikan kesempatan. Ia  (Putri) terlihat tampil berbeda dengan set pertama, dan berakhir dengan skor 21 – 18 dimenangkan oleh Putri.

Sedangkan pada set ke-3, Putri kembali kesulitan, dan juga melakukan kesalahan. Pada pukulan neting putri gagal, dan juga sempat memberikan umpan tanggung.  Sehingga memudahkan Fitria menambah peluang menambah poin.

Menariknya Fitria yang sempat tidak fokus, namun setelah break  Fitria mendapatkan masukan dari sang pelatih. Hingga permainan pun berubah Fitria dengan tenang memenangkan pertandingan itu, dengan menundukan Putri dengan skor  15 – 21.

Menurut pelatih Aril, dengan diadakan Sirnas memang sudah dilakuan setiap tahunnya. Sebagai pelatih ia tertarik kalau atlitnya mengikuti program ini.   Ia juga mengatakan acara ini sebagai ajang mencari prestasi.  “Pemain dari Jakarta juga kualitasnya bagus-bagus,  jadi ya ajang untuk mencari prestasi ya disini”, ungkapnya.

Ia menanggapi perbedaan usia dalam pertandingan bulu tangkis sangat berpengaruh. “Fitria baru ikut tanding kejuaraan tahun ini, umurnya 15 tahun, berbeda dengan lawannya umurnya 16 tahun. Tingkat kedewasaan permainan sangat mempengaruhi pemikirannya,  secara  strategi pasti dia lebih,”katanya.

Dalam persiapan yang dilakukan pelatih untuk Fitria sudah dilakukan. Ia mengungkapkan, sudah dilakukan latihan  setiap hari. Fitria juga sebelumnya sudah bertanding satu hari empat kali tanding. “Sudah kita genjot.  Senin main empat kali, Selasa juga main empat kali,” ungkap Aril.

Mengenai kesulitan yang dihadapi Aril  mengatakan, kendalanya pada atletnya, secara  teknis semua sama. “fisik atlet kita tidak pernah tahu ya, kapan sakit atau tidak. Fitria sedang demam, flu biasanya karena  faktor non teknis atletnya seperti kurang tidur.  Itu juga akan mempengaruhi permainan.” katanya.

Aril pun berharap dengan mengikuti Djarum Sirnas, sebagai pelatih tentu berharap atlitnya juara, dan juga mewakili dari Semen Gresik. “kita tidak muluk-muluk, ada lah satu atau dua orang masuk final yang mewakili Semen Gresik. Kalau memang juara itu adalah sebuah kejutan bagi pelatih,” harapnya.

Sedangkan  Fitria, mengaku senang bisa menang saat melawan Syahra Putri. “senang alhamdulillah bisa menang.” Ia pun menilai, saat melawan Syahra Putri lawannya memang sangat kuat, dan permainannya juga bagus.” lawan ya kuat, permainan depannya juga bagus,” ungkapnya.

Menurut penonton Arif, diadakan event seperti Sirnas sangat bagus, dan luar biasa untuk generasi muda. “kalau bisa bukan hanya Djarum saja mengadakan event seperti ini, PBSI selalu   mengadakan  rutin tidak satu kali minimal dua kali setahun. Karena memacu semangat anak yang menonton  pertandingan,” ungkapnya.

Arif menambahkan, keinginan dirinya ingin menghadiri kompetisi Djarum Sirnas ia ketahui setelah   membaca iklan. “Saya tahu ini karena membaca iklan dari koran, saya lihat ada kompetisi Djarum. Karena saya ingin menghadiri momen seperti ini. Kebetulan anak saya kan sekolah tidak sedang belajar ya saya ajak kesini sekalian juga untuk melatih,” tambahnya.

Ia mengatakan, “tinggal keseriusan PBSI saja bukan hanya untuk formalitas ingin dilihat bagus. Tetapi serius tidak untuk mengarahkan anak-anak bangsa. Kita juga harus banyak belajar dari Cina yang dulu sempat berjaya.  Kalau Cina bisa juara bertahan, kalau bertahan itu kan lebih sulit jadi kita harus belajar dari Cina, ungkap Arif. (AB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s