Kebun Raya Bogor Tempat Wisata Favorit

Kebun Raya Bogor terlihat ramai pengunjung , di pintu 1 adalah pintu utama keluar masuknya pengunjung

Kebun Raya Bogor terlihat ramai pengunjung,di pintu 1 adalah pintu utama keluar masuknya pengunjung

Kebun Raya Bogor atau Botanical Garden Bogor  sebagai salah satu tempat tujuan  wisata  favorit wisatawan,  baik lokal maupun mancanegara. Keunikannya patut dibanggakan tidak hanya berekreasi, di tempat ini pengunjung dapat menambah pengetahuan tentang  keragaman tanaman dan tumbuhan, ungkap Iteng Dayana K, S. Hut, Staff Jasa Informasi, di Jl.Ir. H. Juanda No. 13 Bogor, (10/13) Minggu.

Menurut Iteng Kebun Raya Bogor memiliki luas 87 hektar, jenis tanaman 3.342 koleksi dan secara keseluruhan tanaman yang ada di kebun ini 15.000 jenis tanaman. Secara sejarah didirikan oleh seorang bangsawan prof Reinwardt  pada 18 Mei 1817.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI ) nomer 106 tahun 2012, tanggal 1 Maret 2013 lalu berlaku tarif pengunjung Kebun Raya Bogor seperti tiket masuk di kenakan harga Rp.14.000 per orang, tiket khusus wisatawan asing Rp. 25.000 per orang, kendaraan keliing roda empat Rp. 30.000, parkir kendaraan roda dua Rp. 5.000, dan tiket sepeda keliling Rp.5.000.

Selain itu pengunjung juga dapat menikmati beberapa fasilitas yang telah di sediakan diantaranya ruang konservasi, laboratorium, perpustakaan, café de daunan musium zoologi. Jam buka kebun 07.30-17.00, kantor 07.00-15.30, dan hari senin sampai jum’at 08.00-16.00, ungkapnya Iteng.

Menurut Iteng, wisatawan  yang mengunjungi Kebun Raya Bogor  setiap tahunnya semakin meningkat.  “kalau asing biasanya dari Eropa, mayoritas dari Belanda kemudian kita juga mempunyai masyarakat domestik. Juga patut dibanggakan”. Keunikan dan hal  yang menarik di wisata ini, ada beberapa tanaman langka seperti, bunga  bangkai amorphophallus, tanaman salak asli Betawi, tanaman kayu besi, tanaman kayu hitam, koleksi bunga anggrek, dan tanaman lainnya terdapat di tempat wisata ini, dan juga pohon tertua  yang umurnya ratusan tahun.

Ia mengatakan mengetahui Kebun Raya Bogor bukan tempat rekreasi semata  tetapi diharapkan para wisatawan  agar timbulnya rasa cinta terhadap tanaman. “ Tidak hanya melepas lelah disini, tidak hanya melihat pemandangan yang bagus tetapi masyarakat benar-benar melihat cantik, menarik dan kemudian unik”,  ungkap Iteng.

Mengenai perawatan tanaman Iteng menjelaskan, dilihat secara status dilakukan secara internasional bahwa dalam menanganinya ada kesepakatan terhadap tanaman langka untuk dilindungi, dan kemudian dilestarikan. Ia pun menambahkan “kalau dilihat dari status dilihat dari tanaman langka. Kalau dilihat dari lokasi yang di depan dahulu yang dirawat. Jangan sampai di bagian tengah, belakang bersih di bagian depan justru kotor. Kemudian  kalau dari  segi pertumbuhannya kita rawat tanaman yang kecil-kecil dulu tanaman besar pasti belakangan karena tanaman kecil lebih sulit”, ujarnya.

Keindahan, kecantikan, dan keunikan Kebun Raya Bogor ia mengatakan pada prinsipnya, dalam perawatan sebuah tanaman dilakukannya bersihnya Hama Penyakit Tumbuhan (HPT). Dengan melakukan penyemprotan hama, Melakukan Bendangiran artinya dibersihkannya sampah yang ada di bawah tanaman, Memperhatikan dahan-dahan yang menggantung demi keselamatan pengunjung.”Gak mungkin dong pengunjung bisa aman jalan kalau masih ada dahan yang menggantung karena untuk keselamatan dan kenyamanan pengunjung juga kan

Selama poreses perawatan ia mengatakan dalam perawatan tanaman tidak pernah ada kesulitan. “Kesuliatan yang pernah di alami mungkin karena faktor alam yang tidak diduga-duga, angin puting beliung, curah hujan yang deras, kemudian ancaman musim kemarau. Cara merawat rumputpun diantisipasi agar tetap hijau , dan diharapkan pengunjung tidak membuang sampah sembarangan”.

Untuk program kedepan Kebun Raya Bogor iteng mengatakan, sesuai dengan agenda Nasional tahun 2001. Menyebutkan akan dibangunnya Kebun Raya Bogor cabang. “Selama ini mungkin yang masyarakat tahu mungkin ada empat kebun raya cabang seperti, kebun raya daerah Cipanas, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Bali”.

Dalam agenda tersebut pihak Kebun Raya Bogor berharap setiap daerah memiliki kebun raya yang menjadikan ciri khas tanaman daerah tersebut.  “Misalnya di Jawa Tengah ada Kebun Raya Batu Raden, di Provinsi Jambi ada Kebun Raya Bukit Sari, di Sulawesi juga ada”, ungkapnya Iteng.

Menurut pengunjung Sandi, salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta Depok,  “memilih tempat wisata Kebun Raya Bogor selain bagus tempat ini natural udaranya  segar masih banyak pohon”,  ia menambahkan tempat ini juga tidak hanya tempat rekreasi tetapi sarana pendidikan mengenai tumbuhan. Sandi menanggapi kebersihan di tempat wisata ini kebersihan yang masih kurang bersih. “harapannya sih semoga ada lebih di tingkatkan lagi fasilitasnya, dan juga kebersihan, itu aja supaya naturalnya terjaga”, ungkap Sandi

Sementara itu Isma salah satu pengunjung asal depok, memilih tempat wisata ini karena suasananya sejuk, tenang , dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. “saya tidak suka ke tempat wisata yang terlalu ramai makanya saya kunjungi tempat ini bersama teman saya”, ia berharap dari pihak Kebun Raya Bogor lebih di tingkatkan agar lebih baik, ujarnya. (ab)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s